• May 19, 2024

Jurgen Klopp Siap Ucapkan Selamat Tinggal Untuk Liverpool di Anfield

Jurgen Klopp siap untuk mengucapkan selamat tinggal untuk Liverpool, pada laga terakhirnya sebagai pelatih pada pekan terakhir Premier League, Minggu (19/5).

Pada laga terakhirnya, pelatih asal Jerman ini akan menghadapi Wolverhampton Wanderers di Anfield.

“Satu dekade dalam hidup Anda adalah sesuatu yang sangat besar, tetapi saya tidak akan melupakan satu hari pun dalam waktu itu karena saya menemukan orang-orang terbaik yang pernah saya temui dan saya melakukannya untuk klub terbaik yang pernah saya bayangkan,” kata Klopp.

Klopp mulai melatih Liverpool pada 2015. Sejak itu ia berhasil membawa the Reds meraih gelar juara Premier League, Champions League, FA Cup, dan EFL Cup.

Partai terakhirnya melawan Wolves akan menjadi partai ke-491 bersama the Reds.

“Ini adalah minggu paling intens dalam hidup saya, mengucapkan selamat tinggal kepada banyak orang. Kita tidak perlu berpura-pura ini adalah minggu yang normal,” ujar Klopp. “Pertandingan (melawan Wolves), saya orangnya pragmatis, ini pertandingan final lalu liburan.”

“Jadi bisnisnya seperti biasa, tapi dengan mengetahui semuanya akan berbeda.”

“Mengucapkan selamat tinggal tidak pernah menyenangkan, mengucapkannya tanpa merasa sakit hati atau sedih berarti waktu bersama tidak menyenangkan. Saya bersenang-senang.”

Baca juga:

Napoli Incar Mason Greenwood, Bintang Muda Manchester United yang Bersinar di La Liga
Pelatih Atletico Madrid Simeone : ‘Dortmund Akan Menekan Kami’
Jeremy Doku : ‘Saya Sangat Senang Dengan Penampilan Saya’
Arda Guler Siap Tinggalkan Real Madrid

Soal kariernya bersama Liverpool, di mana mereka dua kali kalah melawan Manchester City dalam perburuan gelar liga, Klopp menambahkan, “Itu tidak apa-apa. Saya tahu kami seharusnya bisa menang lebih banyak, tapi saya tidak bisa mengubahnya. Kehilangan gelar satu poin bukanlah pengalaman yang luar biasa, tapi itu menunjukkan bahwa Anda benar-benar bagus.”

“Kemenangan terbanyak tidak akan dicatat dalam buku sejarah, tapi Anda tidak bisa melihatnya seperti itu. Anda tidak bisa melakukan yang lebih baik, atau berbeda. Berada di final Liga Champions tiga kali adalah pencapaian yang luar biasa. Saya tidak akan senang jika saya pikir saya bisa berbuat lebih banyak, saya tidak bisa.

“Bisakah orang lain berbuat lebih baik? Mungkin. Tapi saya tidak bisa. Sisanya akan dinilai oleh orang-orang, dan saya yakin sebagian besar menganggap kami baik-baik saja.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *