• July 8, 2024
Bukayo Saka & Gareth Southgate

Gareth Southgate puji Keberanian Bukayo Saka di Babak Adu Penalti Lawan Swiss

Pelatih tim nasional Inggris Gareth Southgate memuji keberanian Bukayo Saka saat maju sebagai eksekutor pada babak adu penalti melawan Swiss di putaran perempat final Piala Eropa 2024.

M88

Seperti pada putaran 16 besar melawan Slovakia, Inggris kembali tertinggal satu gol lebih dulu saat melawan Swiss. Namun Saka berhasil menyamakan skor lima menit kemudian untuk memaksa pertandingan ke babak pertambahan waktu.

Pemain sayap Arsenal 22 tahun tersebut mencetak gol spektakuler dari luar kotak penalti, dengan melepaskan tembakan mendatar ke tiang jauh yang gagal dijangkau oleh kiper Swiss Yann Sommer.

Setelah tidak ada gol tambahan pada 30 menit pertambahan waktu, pertandingan berlanjut ke babak adu penalti, di mana Saka menjadi salah satu dari lima eksekutor Inggris.

Baca juga:

Saka menjadi penendang ketiga berhasil menuntaskan tugasnya dari titik putih, memberikan keunggulan bagi Inggris setelah tendangan Manuel Akanji berhasil diamankan Jordan Pickford.

Trent Alexander-Arnold lalu menjadi penendang terakhir dan berhasil membawa the Three Lions menang 5-3 dan meraih tiket ke babak semifinal.

“Pemain seperti Bukayo harus melakukan pekerjaan penting tanpa bola dan juga menjadi penyampai bola yang penting,” kata Southgate soal Saka, yang dinobatkan sebagai pemain terbaik pada laga tersebut.

“Kami merasa dengan bola, pola yang kami gunakan menyebabkan masalah di sisi pertahanan mereka itu. Dengan Bukayo, kami tahu kami mempunyai keunggulan satu lawan satu di area tersebut.”

“Selain semua itu berhasil, Anda harus menunjukkan kualitas lain untuk menang di turnamen. Dan para pemain ini menunjukkan kualitas karakter dan ketahanan yang luar biasa”.

“Menonton pertandingan (Spanyol) tadi malam, saya berbicara dengan mereka tentang hal itu, ini bukan hanya tentang bermain bagus. Spanyol memadukan permainan mereka, mereka mendapat tujuh kartu kuning, mereka menemukan cara untuk menang.”

“Para pemain ini menunjukkan semua atribut lainnya, menghadapi segala sesuatu yang ada di sekitar kita. Dua kali bangkit dari ketertinggalan dalam pertandingan. Kini dalam adu penalti, ketenangan mereka sempurna. Saya sangat bangga dengan mereka.”

Baca juga:

Masih berbekas di ingatan saat Saka gagal menuntaskan tugasnya sebagai penendang penalti terakhir pada final Piala Eropa 2020, yang akhirnya dimenangkan oleh Italia. Saka menjadi salah satu dari tiga eksekutor yang gagal menjalankan tugasnya saat itu.

Namun Saka kembali mengemban tugasnya sebagai algojo. Namun kali ini dengan tenang ia berhasil mengecoh Sommer untuk membawa Inggris ke semifinal.

Southgate memuji penampilan Saka baik dari gol untuk menyamakan kedudukan, juga saat menjalani tugasnya pada babak adu penalti.

“Saya memberinya pelukan erat di lapangan,” tambah Southgate. “Dia anak yang spesial, dia adalah impian untuk diajak bekerja sama. Keluarga yang luar biasa.”

“Dan tentu saja Anda senang untuk semua orang, terutama untuk dia terutama ketika (penaltinya) masuk. Itu membutuhkan keberanian, tapi kami percaya padanya. Kami memiliki kepercayaan padanya sebelumnya.”

“Dia kini punya lebih banyak pengalaman menghadapi momen-momen penuh tekanan itu. Penampilannya secara menyeluruh sangat luar biasa. Detail tentang bagaimana dia harus bertahan dan berada di posisi yang tepat, sangat rumit di sisi lapangan.”

“Kemudian untuk memberi kami jalan keluar, dalam situasi satu lawan satu, yang kami rasa bisa menjadi keuntungan nyata bagi kami, dia melakukannya dan mempertahankan catatan positif itu. Penampilannya luar biasa.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *